
alah satu pemanfaat pinjaman bergulir PNPM-Perdesaan mendapat anugerah CMA 2009 untuk Kategori Industri Kerajinan dan Produk Lainnya. Dia adalah Nurainy (40 Th), warga desa binaan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Curio, Enrekang, Sulawesi Selatan. Nurainy berhak atas trofi, piagam dan uang tunai senilai Rp 7 juta. "Alhamdulillah..., uangnya akan saya jadikan tambahan modal, untuk beli bahan baku," ujar Nurainy kalem.
Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai staf pengajar di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di desa Buntu Barana, Curio, ini mengaku baru pertama kali memanfaatkan pinjaman bergulir dari PNPM-Perdesaan. Melalui kelompoknya "Sipatuo" yang berjumlah 130 orang, Nurainy dan sembilan anggota kelompok lainnya, mengajukan proposal pinjaman sebesar Rp 30 juta pada 2008. "Alhamdulillah proposalnya disetujui forum musyawarah masyarakat," ungkapnya.
Dana pinjaman tersebut kemudian dijadikan modal usaha bersama dengan anggota kelompok lain, sesama pembuat benang sutera. Berkat penambahan modal dari PNPM-Perdesaan, usahanya kian berkembang. Pemasukannya pun bertambah besar. Sebelumnya, ungkap Nurainy, kelompoknya hanya mampu membeli 100 kilogram bahan baku "kokon", kini hingga 280 kilogram, seharga Rp 26.000 per kilogram.
Dulu, kelompoknya hanya mampu menghasilkan benang sutera sebanyak 10-15 kilogram. Namun kini mencapai 40 kilogram benang sutera. Bila dijual, harganya mencapai Rp 215.000 per kilogram benang sutera. Biasanya dibutuhkan waktu tiga minggu dari bahan baku hingga panen. Rata-rata, setiap panen dia mendapat pemasukan Rp 300.000. Namun bila cuaca bangus, bisa diatas Rp 1 juta, bahkan pernah mencapai Rp 3 juta. "Sebelum dibina UPK, kami pernah beberapa kali rugi," ungkapnya.
Pada CMA 2009 terdapat nam wakil dari PNPM-Perdesaan di tiga kategori yang diperlombakan. Di Kategori Perdagangan dan Jasa, ada Didik Marwanto yang menjalankan usaha sablon, binaan UPK Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah; Ada juga Sarni, binaan UPK Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah, dengan usaha kelontongnya. Di kategori Industri Makanan, Minuman dan Bahan Pangan, ada Tasmuah, binaan UPK Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, dengan usaha rengginang dari singkong.
Sementara di kategori Industri Kerajinan dan Produk Lainnya, ada Ni Made Muliani, binaan UPK Kerambitan, Tabanan, Bali, yang mengusahakan kerajinan Ingke; Ni Nyoman Yasa binaan UPK Tembuku, Bangli, Bali, dengan usaha anyaman bambu; serta Nurlaily dari UPK Curio, Enrekang, Sulawesi Selatan, pengrajin benang sutera. Keenam finalis tersebut merupakan pemanfaat dana bergulir dari PNPM-Perdesaan, baik melalui mekanisme Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) maupun Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Selamat Nurainy!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar