
Pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk wilayah Jawa Barat senilai lebih dari Rp 1 triliun.
Kredit tersebut disalurkan melalui enam bank, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri. Penerima kredit merupakan pengusaha kecil dan menengah.
Penyerahan KUR secara simbolik itu disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
BRI menyalurkan KUR Rp1,691 triliun untuk 351.477 debitur, BNI Rp133.795 miliar (908 debitur), Bank Mandiri Rp42,436 miliar (155 debitur), BTN Rp33,185 miliar (472 debitur), Bank Bukopin Rp104, 292 miliar (337 debitur), dan Bank Syariah Mandiri Rp41,368 miliar (284 debitur).
"Bukan hanya kita pertahankan, tetapi akan kita tingkatkan sesuai dengan kemampuan negara," kata Presiden.
Diantara program yang akan ditingkatkan itu adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan KUR. PNPM dialokasikan Rp 3miliar pada kecamatan untuk digunakan dengan didampingi oleh tim asistensi.
Presiden mengatakan, dalam lima tahun ke depan nilai KUR akan ditingkatkan. "Itu tentu akan menggerakkan perekonomian rakyat, lima tahun mendatang telah saya tetapkan, negara akan menyediakan Rp 100 triliun untuk dialirkan dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat," kata Presiden.
Hal itu akan dilakukan dengan cara yang lebih baik dari sekarang.
"Kalau usaha mikro, kecil, dan menengah tumbuh maka pendapatan rakyat meningkat, pengangguran berkurang, ada krisis global tidak perlu takut karena daerah-daerah bisa menjaga perekonomiannya dan bisa menjaga pendapatan masing-masing," kata Presiden.
Kepala Negara menegaskan, program-program yang prorakyat akan dipertahankan dan ditingkatkan pelaksanaannya.
Terkait masalah kesehatan, Presiden mengatakan, pihaknya akan melakukan reformasi sektor kesehatan dalam lima tahun mendatang.
"Reformasi itu antara lain kita mengubah paradigma kesehatan, jangan pikirannya mengobati orang yang sakit saja," kata Presiden.
Tetapi, harus diupayakan dengan sistem, program, kepemimpinan, infrastruktur, dan anggaran agar lebih banyak rakyat yang tidak mudah sakit dan tetap sehat.
"Anggaran akan kita arahkan sebagian untuk mencegah masyarakat kita sakit," kata Presiden.
Sebagian anggaran lainnya digunakan untuk membantu pengobatan bagi yang sakit. Dalam kesempatan itu, Presiden menginstruksikan para kepala daerah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Presiden mengingatkan, terdapat tiga komponen dasar Indeks Pembangunan Manusia, yakni pendapatan orang per orang, tingkat kesehatan, dan tingkat pendidikan.
"Kita bertekad ke depan ini terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia," kata Presiden.
Anggaran yang dikeluarkan untuk mendukung langkah itu cukup besar.
Usai menyaksikan pemberian KUR, Selas (26/1),Presiden melakukan peninjauan ke Puskesmas Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Selain meninjau infrastruktur, Presiden juga melihat langsung pasien yang ada di Puskesmas itu dan melakukan dialog singkat. Puskesmas Larangan ini sudah beberapa kali memperoleh predikat sebagai Puskesmas terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar